Malam datang, setelah sempat berjumpa denganmu, bidadariku. Langit menjadi gelap, tiada warna dan tiada suara, sisa-sisa pendar-pendar lampu taman hati menerang membuat latar langit, memberi nuansa ketakutan berbayang pepohonan besar bergoyang-goyang, beriringkan nyanyian miris daun-daun bergesekan bak pedang mengiris-iris.
Mentari darimu bidadariku, tenggelam, berganti bintang menandai tumbuhnya benih kerinduan, kerinduan bertemu kembali, menandai rasa [...]
