Kuterduduk di sini, menatap mata bidadari yang tercantik di dunia, yang menaungiku dengan tatapan mata yang teramat teduh, menghiasiku dengan bibir merah mekar seindah mawar segar, ditemani kidung desah dari bibir yang basah, dari wanita yang kucintai ini.
Kurasa semilir rasa menghampiri kulit, bak angin segar dari gunung nan hijau, menebar embun pagi menyusup mengisi rongga dada, membelai lembut sekujur tubuh yang diam terpesona, belaian cinta, angin cinta, berhembur sepoi-sepoi membawa angan ke awang-awang, bertabur keindahan tak terperikan.
Belaian cinta, berhembus semilir dengan disaksikan semut-semut yang berbaris di tanah, mereka tersenyum, berarak meramaikan suasana taman hati yang berbunga, bak musim semi di pegunungan harapan, tempat para dewa dan dewi bertandang dengan sejuta kasih.
Salam bahagia
