Rambut secara alami dapat lengket satu sama lain dengan dua hal, yaitu senyawa lemak yang lipofil dan kedua adalah air dan bahan hidrofil kuat. Senyawa lipofil yang umum menyertai kita adalah kolestrol hasil urai lapisan terluar kulit kepala oleh mikroba atau yang disebut ketombe. Air umumnya menjadikan rambut melekat satu sama lain tidak sangat kuat dan segera tercerai berai begitu rambut kering. Berbeda halnya jika air mengandung bahan hoidrofil kuat seperti garam.
Rambut tersusun atas rantai panjang protein, yang memiliki sifat hidrofil dan lipofil yang cukup. Jika ada bahan hidrofil kuat seperti garam dapur maka rantai-rantai protein akan terionisasi dan menjadikan batang-batang rambut dapat lengket satu sama lain. terlebih jika dibantu dengan pengadukan, maka lengketnya rambut dapat seperti rambut gimbal.
Sementara itu, senyawa sabun memiliki kecenderungan mengurangi efek lipofil dan hidrofil karena sifatnya mengemulsi lemak dan mengurangis ifat hidrofil kuat. Senyawa lemak akan diemulsi dan selanjutnya hanyut bersama air pembilas saat keramas. Sementara itu, senyawa-senyawa yang sangat hidrofil akan diencerkan dan dibuang juga bersama air bilasan saat keramas. Hasilnya, rambut akan minim dengan lemak dan juga mineral. Jika kering, rambut menjadi kesat. Hilangnya lemak rambut menjadikan rambut dapat mengalami kekeringan dengan tingkat yang tinggi akibat angin dan cuaca panas, yang menjadikan rambut lebih cepat pecah-pecah. Inilah alasannya bahwa setelah keramas, rambut sebaiknya dibilas minyak tumbuhan yang sifat lipofilnya rendah.
Jika shampo yang digunakan tidak cukup kuat atau konsentrasinya kurang, maka akan menyisakan lemak-lemak rambut, terutama lemak kolestrol hasil uraian mikroba. Lemak kolestrol ini memiliki sifat melengketkan rambut sangat kuat, yang menjadikan rambut saling lengket.
Salam bahagia
