Hari teramat gelap, beberapa hari ini PLN sering mematikan penyediaan listrik, dan serentak semua lampu di desa kan padam. Gelap gulita, hanya ada semburat merah dari tengah kota, kemerah-merahan.
Di hari demikian, secercah cahaya teramat berarti. Cahaya itu adalah harapan untuk terlihatnya kebutaan, terhapusna kegelapan, biarpun memberikan penglihatan samar-samar.
aku jadi teringat sang pelita harapan abadi, yang terindah di dunia, yang mungkin dapat kuungkapkan sebagai keindahan sang kekasih yang kutunggu tuk kujumpai bertahun-tahun.
==
kegelapan menyapa dan membekapku,
tertatih-tatih ku berjalan,
terantuk-antuk kakiku melangkah,
berulang dan terjadi kembali di setiap langkahku,
dan berputar-putar bagai kijang dalam tatapan sang naga,
bagai pikiran dalam renggut bun mingmang,
pergi dan ternyata kembali lagi,
tiada kemanjuan dan tiada perubahan,
ke depan untuk mundur dan akhirnya kembali lagi.
ketika pagiku datang terang benderang,
menghapus kekosongan semesta terpandang,
dan kutahu pengenalanku telah datang,
hatiku gembira, berbunga terbang ke awang-awang,
harapan datang bak banjir bandang.
Dan mentari menyembul di langit timur,
sang sederhana yang terang menerangi semesta,
menutup hari yang teramat kabur,
terwujud indah terjangkau pandangan mata.
o pelita abadi harapan kehidupanku,
terbitlah selamanya dan temani setiap jengkal hari yang berlalu,
temani dan tuntun aku dalam payung langit biru.
Salam bahagia

Ртам вÑÑ‘ такое..
Видимо долго Ñобирали.
Ð”Ð»Ñ ÐºÐ¾Ð»Ð»ÐµÐºÑ†Ð¸Ð¸ прогодитÑÑ.
можно Ñказать, Ñто иÑключение
из правил
Что-то так не получаетÑÑ