Bidadariku, langit kini mendung,
Kelabu dengan sisa hujan di selokan terbendung,
Anak ayam tampak mencari makan menjadi urung,
Bercengkrama di bawah atap berlindung.
Bungaku, lihat tanaman tampak terdiam,
Berdiri mematung tiada gerak,
Disapa angin dari sisa-sisa malam,
Diam saja menghentikan kegiatannya memasak.
Namun, bidadari tercantikku,
Lihatlah taman hatiku wahai yang kurindu,
Keceriaan menghapus setiap nada sendu,
Keindahan menghias setiap pintu,
Kemerduan menggema hingga ke dalam kalbu.
Mendung di langitku sirna entah kemana,
Mendapati engkau ceria bertenaga,
Tersenyum dengan bibir merah bikin terpana,
Memberikan suaramu yang merdu menggema memenuhi telinga,
Bunga terindahku, mentari dating dari dirimu,
Menghapus mendung yang merasuk kalbu,
Memberikan keindahan harapan telah menunggu.
==
Salam bahagia
download file pdf: mentari-di-hari-mendung
