Hari ini, ngembak geni, tepat sehari setelah nyepi,
kuterbangun tuk berdiri di bangunan tinggi,
kurencanakan dan kurindu pagi ini,
pagi ketika keramaian dimulai.
Debu dan kebisingan mengendap sudah,
terbawa dalam isirahatnya otak yang lelah,
terbawa tidur bersama tanah yang basah,
disiram hujan dan mungkin masuk tong sampah.
Hari yang begitu damai,
tiada kendaraan hilir mudik ramai,
tanpa keinginan untuk berandai-andai,
hanya istirahat walau jenuh di atas balai,
bercengkrama duduk di atas lantai,
menikmati ketenangan dengan santai.
Embun yang dulu pergi diusir panas,
kini datang membawakan secangkir kesejukan tanpa lengas,
menyambutku dengan semangat teramat deras.
Hoo embun, sangat kurindu dirimu,
ingin sekali dalam sebulan bertemu,
membiarkan sang nyepi meramu,
dengan pagi yang indah ini engkau kucumbu.
Embun hati penyejuk jiwa,
datanglah setiap hari, bukan setahun sekali kita berjumpa,
sebagaimana hari nyepi ini tiba,
terlalu lama rindu ini menerpa.
Salam bahagia
