Mentari, belumlah terbangun,
Sinar matanya masihlah redup,
Mengintip di langit timur di sela daun,
Bersama buah menduri yang terkatup.
Sebuah bunga telah mekar teramat indah,
Bernyanyi dengan tembang-tembang hati,
Di pagi bersama daun-daun ditemani embun basah,
Menggayut air memperindah hari.
Makhota indah berhias bulir embun,
Di hias bibir merah tersenyum,
Ditemani mata bening kesejukan turun,
Menuai seribu decak kagum.
Bunga, singgasana keindahan surga,
Dengan keceriaanmu wangi tertebar,
Tempat keteduhan bermain hingga senja,
Mendamaikan dunia hingga kembalinya fajar.
Bunga, engkau menari dalam semilir angin,
Mewangi dunia dengan parfum keabadian,
Memberi semangat yang jeda tak ingin,
Menginspirasi cita-cita masa depan.
==
Salam bahagia
