Tak kutahu, kapan masa ini tiba, saat kuterjaga, kekelaman menyelimuti jiwa, tiada dapat kulihat sesuatupun, tiada warna dan tiada keindahan, gelap semata, bahkan pucuk bunga yang telah tertanam di beranda menjadi sirna, tiada warna merah, semua gelap, semua hitam.
Pelangi yang kulihat melalui dua jendela bundar, pun sirna, sepi sunyi, bahkan secercah suara jengkrik pun tiada.
Engkau muncul dari kekelaman, datang tiada kutahu dalam pandanganku, menghias langit kelam kehidupanku, memberi secercah gurat cahaya merah lemah, menjadi bintang penerang  satu-satunya, menghapus kesunyian tanpa cakrawala.
Engkau bintang penerang kehidupanku, pencipta harapan masa depan yang cerah dan jalan ku tinggalkan kegelapan ini.
Engkau, tumbuhkan kasih sayang dan asmara, menjerat ku dan memaksaku meninggalkan kesendirian dengan sepenuh jiwa, mendekatimu, merasakan keindahan hadirmu dalam kehidupanku, tuk mengakhiri hati yang sunyi sepi.
Salam bahagia
