Anda pernah sebagai anak-anak? Mungkin sebagai anak yang selalu hidup di kota, kurang atau tidak tahu, apa gerangan balon pelangi ini. Anak desa dapat berpikir, apakah balon pelangi yang saya maksudkan. Cerita ini mencuat dalam pikiran saya, ketika mendengar cerita teman, ketika dia melewati jalan Teuku Umar Barat, Denpasar. Ada seorang yang berbaik hati menebar balon-balon sabun di antara orang-orang yang harus antri panjang di depan lampu lalu lintas ke arah Denpasar, Legian dan Kuta. Balon-balon sabun, dibuat dengan cara mencelupkan salah satu ujung pisa kecil atau yang berupa lingkaran kawat, kemudian ditiup dari ujung pipa yang lain atau jika menggunakan kawat maka kawat itu digerakkan melawan angin. Maka, membran sabun akan terdorong sebagaimana tetes air yang terdorong jatuh ke bumi, kini terdorong oleh angin, membuat bola-bola bening berdinding membran sabun-air. Menggunakan pipa biasanya menghasilkan bola sabun lebih banyak. Namun hati-hati, saat meniup membran sabun menjadi bola sabun, jangan sampai air sabun mengalir ke mulut dan tertelan. Bola-bola sabun akan tertiup angin, kadar airnya kemudian berkurang lepas ke udara dan membuat membran ini tegang. Pada saat membran tegang, maka warna pelangi akan dipantulkan oleh permukaan membran bola sabun. Makanya, saya sebut bola pelangi. Sebuah cara yang mudah untuk melihat keajaiban dan keindahan. Salam bahagia
