Angin malam, berhembus dengan teramat kencang, menerjang pohon beringin hingga tumbang, menerbangkan dedaunan ke awang-awang, membelit langit dengan sejuta impian, datang bersama gemuruh awan dan deru pasukan hujan, menggelegar membahana memenuhi jagat raya, beriring gemerincing rintik-rintik yang berpadu dengan air terpercik.
Orang-orang merunduk-runduk hormat, berlalu di antara bulir-bulir kesejukan langit, yang membasahi gerai-gerai rambut dan setiap tungkai kaki yang sejak pagi di dalam sepatu bersembunyi, membalut setiap helai benang yang menutupi badan, dan membasahi setiap kerling bibir merah benih bidadari, bersembunyi di balik punggung orang tuanya.
Mobil dan motor, bermain ria dan bersiram-siraman, suaranya bersahut-sahutan, mengingakan gadis-gadis desa lajang yang bermain air cekikikan, menikmati masa menjadi bunga seindah bidadari.
Salam bahagia
