Presented With Love For All People
By Embun Hati, on July 28th, 2010 from Bali ( Pulau Dewata / The Paradise Island), Indonesia
Sudah hampir sehari, tiada goyang,
tiada berisik datang di telingaku,
tiada pun rintik kesejukan mendenting,
semua diam mengikuti dirimu.
Sedetikpun engkau diam,
angin telah berhenti berlari,
debu berhenti beterbangan,
dan burung-burung kehilangan keceriaannya,
apalagi sehari dirimu engkau pendam.
Bunga menjadi layu,
semut-semut menjadi enggan keluar mencari makan,
tertunduk dan tertidur,
terbenam semagatnya bersama dirimu diam.
O bidadariku, entah, apa dan mengapa,
katakanlah aku harus bagaimana,
tak ingin kau diam seribu bahasa,
memberi teka-teki yang kujawab pun tak bisa,
berbicaralah, dan injinkan aku tahu ada apa,
ingin ku dapat kuberikan tindakan nyata,
sebagai bukti rasa sayang mendasari cinta.
==
Salam bahagia
Presented With Love For All People
By Embun Hati, on July 28th, 2010 from Bali ( Pulau Dewata / The Paradise Island), Indonesia
Sore kemarin telah berlalu,
angin mendadak diam,
tiada suaramu, tiada cekikikanmu,
terdiam dalam tirai yang terbentang,
berhenti kala dia terbawa diantara kita.
ada apa dengan angin jiwamu,
adakah dia terpercik api kecemburuan,
ataukah ada sebuah kejutan dari langit biru,
ataukah ada mendung di langit yang tampak hanya biru,
ku terus bertanya, bertanya kepada diriku sendiri,
termangu tiada memperoleh jawaban,
karena tiada jawab darimu,
tak ketahui, sedang apa dan bagaimana,
dibalik diamnya angin yang menjadikanmu menari.
keindahan taman mendadak bak hijau bisu,
tiada dapat bercerita, sebuah keindahan,
tidak juga sebuah kejenuhan,
semuanya gamang dan tiada keputusan,
ada apa dengan angin jiwamu yang diam.
==
Salam bahagia